<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ekopray's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ekopray.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekopray.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jun 2008 01:10:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ekopray.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ekopray's Weblog</title>
		<link>http://ekopray.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ekopray.wordpress.com/osd.xml" title="Ekopray&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ekopray.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENJADI MANUSIA CERDAS</title>
		<link>http://ekopray.wordpress.com/2008/06/09/menjadi-manusia-cerdas/</link>
		<comments>http://ekopray.wordpress.com/2008/06/09/menjadi-manusia-cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 07:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekopray</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekopray.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hidup, kecerdasan seseorang sejatinya tak hanya dinilai dari gelar akademis atau strata pendidikan. Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar: “Kami bersepuluh datang kepada Nabi saw, ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya: ‘Wahai Nabi Allah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekopray.wordpress.com&amp;blog=3587999&amp;post=14&amp;subd=ekopray&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam hidup, kecerdasan seseorang sejatinya tak hanya dinilai dari gelar akademis atau strata pendidikan. Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar: “Kami bersepuluh datang kepada Nabi saw, ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya: ‘Wahai Nabi Allah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan mendapatkan kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat.” ( HR. Ibnu Majah ).<br />
Mengingat mati atau mempersiapkan kematian yang dimaksud bukan hanya terkait dengan kain kafan, harta warisan, surat wasiat, atau lahan pekuburan. Manusia cerdas tentu lebih giat mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah mati. Saat dirinya dibangkitkan kembali di yaumul hisab atau hari perhitungan amal perbuatan selama di dunia. Sebagaimana dikabarkan Rasulullah saw: “Tidak ada seorangpun di antara kalian kecuali akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. Kemudian ia menengok ke kanan, maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Ia pun menengok ke kiri, maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Lalu ia melihat ke depan, maka ia tidak melihat kecuali neraka ada di depan wajahnya. Karena itu jagalah diri kalian dari neraka meski dengan sebutir kurma.” ( Mutafaq ‘alaih )<br />
Dengan mengingat mati dan meyakini sepenuh hati akan tibanya hari perhitungan, manusia cerdas akan lebih berhati-hati dalam berbuat. Selalu menjadikan ridho Allah swt sebagai tolok ukur perbuatan. Tidak mudah tergoda oleh gemerlap kenikmatan dunia yang menyilaukan. Ringan tangan dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah swt. Tak kenal lelah mengajak orang lain kepada kebaikan dan kemuliaan Islam. Serta menghiasi hari-harinya dengan ibadah nafilah selain yang wajib. Semuanya dilakukan demi meraih kebahagiaan akhirat yang digambarkan Rasulullah dalam satu hadis-Nya, “Perbandingan antara kebahagiaan dunia dengan kebahagiaan akhirat, adalah seperti seseorang yang memasukkan jarinya ke dalam lautan yang luas, maka perhatikanlah berapa perbandingannya” ( HR. Muslim ).<br />
Inilah karakter manusia cerdas sebagaimana ditegaskan Rasul dalam sabdanya: ”orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sementara dia berangan-angan kepada Allah”. Wallahu a’lam bi ash-shawab.</p>
<p>judul :menjadi manusia cerdas</p>
<p>alamat : http://hafidz341.wordpress.com</p>
<p>penulis : hafidz</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ekopray.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ekopray.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekopray.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekopray.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekopray.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekopray.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekopray.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekopray.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekopray.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekopray.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekopray.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekopray.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekopray.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekopray.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekopray.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekopray.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekopray.wordpress.com&amp;blog=3587999&amp;post=14&amp;subd=ekopray&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekopray.wordpress.com/2008/06/09/menjadi-manusia-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19c95459ebf495f85735d6fee0e3f27e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">eko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KURIKULUM SATUAN TINGKAT PENDIDIKAN</title>
		<link>http://ekopray.wordpress.com/2008/05/03/kurikulum-satuan-tingkat-pendidikan/</link>
		<comments>http://ekopray.wordpress.com/2008/05/03/kurikulum-satuan-tingkat-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 08:09:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekopray</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekopray.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Guru dan KTSP Kurikulum pada dasarnya merupakan alat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Seperti ungkapan the man behind the gun, maka sebagus apapun desain atau model kurikulum yang hendak dikembangkan akan sangat bergantung kepada faktor manusianya. Dalam hal ini, guru merupakan pelaksana utama dalam kegiatan pengembangan kurikulum, yang dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar mata pelajaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekopray.wordpress.com&amp;blog=3587999&amp;post=5&amp;subd=ekopray&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><a title="Tautan Tetap ke " href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/10/guru-dan-ktsp/"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">Guru dan KTSP</span></a></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Kurikulum pada dasarnya merupakan alat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Seperti ungkapan <em>the man behind the gun</em>, maka sebagus apapun desain atau model kurikulum yang hendak dikembangkan akan sangat bergantung kepada faktor manusianya. Dalam hal ini, guru merupakan pelaksana utama dalam kegiatan pengembangan kurikulum, yang dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan demikian, tampaknya tidak berlebihan kalau kita katakan bahwa guru menjadi faktor utama penentu keberhasilan dalam kegiatan pengembangan kurikulum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Jika kita cermati lebih dalam lagi tentang pemberlakuan kurikulum pada masa-masa sebelumnya yang sentralistik, tampaknya guru cenderung diposisikan hanya sebagai “tenaga tukang” yang bertugas mengoperasikan berbagai ketentuan kurikulum yang telah ditetapkan dari pusat. Petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) dari pusat yang sangat ketat dan serba seragam telah membelenggu kreativitas guru sekaligus mencabut hak dan kewenangan guru dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Bagi para guru yang berjiwa “tukang”, keadaan seperti itu tentunya dianggap hal yang menguntungkan, karena segala sesuatunya seolah-olah sudah serba “siap saji”, guru hanya tinggal melaksanakan saja ketentuan-ketentuan yang ada, tanpa harus banyak bekerja keras dan berfikir jauh dalam mengimplementasikan kurikulum, terlepas apakah ketentuan-ketentuan tersebut cocok atau tidak dengan realita di lapangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Kurikulum yang sentralistik <em>(top-down approach</em>) semacam itu pada akhirnya telah menjadilan pendidikan nasional kita jatuh terpuruk. Di tengah-tengah kondisi pendidikan nasional yang terpuruk itu ternyata masih ada juga orang-orang yang mau memikirkan dan peduli terhadap nasib pendidikan nasional, dan pada akhirnya berhasil mengantarkan pada keputusan untuk merubah kurikulum nasional. Upaya perubahan kurikulum memang sempat terganggu, dengan hadirnya wacana Kurikulum Berbasis Kompetensi yang konon didesain secara ideal, namun dalam kenyataannya sungguh sulit untuk diimplemantasikan karena terdapat beberapa asumsi yang tidak dapat dipenuhi di lapangan. Terpaksa, wacana dan sosialiasasi Kurikulum Berbasis Kompetensi pun diralat dan akhirnya sampailah pada upaya untuk menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan payung hukumnya Permendiknas No. 22 Tahun 2006, yang tampaknya lebih mencerminkan kurikulum yang bersifat desentralistik (<em>grass-root approach</em>)</p>
<p><span id="more-5"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, dalam KTSP penulis melihat adanya spirit untuk memberdayakan dan mempercayakan guru sekaligus mengembalikan hak-hak profesional yang melekat dalam jabatannya, termasuk hak dan otoritas dalam setiap kegiatan pengembangan kurikulum. Yang menjadi persoalan, seberapa siap para guru untuk menerima hak-hak dan otoritas profesional dalam mengembangkan kurikulum di sekolah. Dalam KTSP, tidak lagi disediakan berbagai petunjuk ketat dalam mengembangkan kurikulum. yang tersisa dari pusat hanyalah rambu-rambu yang berkenaan pencapaian Standar Kompetensi sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No. 23 tahun 2006, selebihnya diserahkan sepenuhnya kepada guru untuk mengatur dan mengelola kegiatan pengembangan kurikulum di sekolah, yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi nyata di lapangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Dalam pandangan penulis, KTSP ini tak ubahnya seperti kertas kosong yang diberikan kepada guru untuk ditulisi sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri guru itu sendiri. Ada tanggung jawab besar dari guru untuk bagaimana dapat menulis dalam kertas kosong itu sehingga akhirnya dapat dihasilkan tulisan yang benar-benar indah dan bermutu tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">KTSP mau tidak mau mensyaratkan adanya kreativitas yang tinggi dari para guru untuk dapat mengembangkan kurikulum di sekolah. Tanpa berbekal kreativitas guru yang tinggi, maka celah untuk terjadinya kegagalan KTSP sangat terbuka dan hak-hak profesional guru pun tampaknya akan lepas lagi dan guru kembali menjadi tenaga tukang yang akan diatur pihak lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Kita berharap, melalui upaya standarisasi profesi dan sertifikasi guru, atau upaya peningkatan profesionalisme guru lainnya kiranya dapat mendorong para guru untuk menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan kurikulum di sekolah, sehingga KTSP benar-benar dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan nasional.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ekopray.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ekopray.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekopray.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekopray.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekopray.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekopray.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekopray.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekopray.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekopray.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekopray.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekopray.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekopray.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekopray.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekopray.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekopray.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekopray.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekopray.wordpress.com&amp;blog=3587999&amp;post=5&amp;subd=ekopray&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekopray.wordpress.com/2008/05/03/kurikulum-satuan-tingkat-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19c95459ebf495f85735d6fee0e3f27e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">eko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS 3 MATERI KULIAH TIK</title>
		<link>http://ekopray.wordpress.com/2008/05/03/tugas-3-materi-kuliah-tik/</link>
		<comments>http://ekopray.wordpress.com/2008/05/03/tugas-3-materi-kuliah-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 07:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekopray</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekopray.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[APLIKASI MOBILE LEARNING: KONTEN PEMBELAJARAN DI ERA SELULER Perkembangan teknologi telah menciptakan pengembangan terobosan-terobosan dalam pembelajaran. Di tengah perkembangan ini learner (pembelajar) bersinggungan dengan perangkat-perangkat teknologi komunikasi bergerak dan teknologi internet telah menjadi gelombang kecenderungan baru yang memungkinkan pembelajaran secara mobile atau lebih dikenal sebagai mobile learning (m-learning) memanfaatkan divais bergerak, khususnya telepon genggam. Kombinasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekopray.wordpress.com&amp;blog=3587999&amp;post=4&amp;subd=ekopray&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;line-height:150%;"><em><a href="http://yudipurnawan.wordpress.com/2007/11/24/aplikasi-mobile-learning/"><span style="text-decoration:none;color:#000000;">APLIKASI MOBILE LEARNING:</span></a></em></h2>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>KONTEN PEMBELAJARAN DI ERA SELULER</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Perkembangan teknologi telah menciptakan pengembangan terobosan-terobosan dalam pembelajaran. Di tengah perkembangan ini learner (pembelajar) bersinggungan dengan perangkat-perangkat teknologi komunikasi bergerak dan teknologi internet telah menjadi gelombang kecenderungan baru yang memungkinkan pembelajaran secara mobile atau lebih dikenal sebagai mobile learning (m-learning) memanfaatkan divais bergerak, khususnya telepon genggam. Kombinasi teknologi telekomunikasi dan internet memungkinkan pengembangan sistem mobile learning atau m-learning yang pada sisi klien memanfaatkan divais begerak, berinteraksi dengan sisi server, yaitu web server. Meskipun saat ini m-learning masih berada pada tahap awal pengembangan serta relatif belum begitu mapan, namun, m-learning diperkirakan akan menjadi cukup pesat dan viabel dalam jangka waktu dekat. Hal ini didukung oleh beberapa faktor berikut:<br />
•Divais makin banyak, murah dan canggih serta kenyataan bahwa pengguna divais bergerak lebih banyak dari pengguna komputer. •Perkembangan teknologi wireless/seluler (2G, 2.5G, 3G). •Tuntutan kebutuhan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Arsitektur fisik dari sistem yang dikembangkan Screenshot dari aplikasi pembelajaran m-learning.Faktor yang menjadi keterbatasan pemanfaatan m-learning banyak terkait dengan keterbatasan pada divais. Saat ini kebanyakan divais bergerak memiliki keterbatasan layar tampilan, kapasitas penyimpan dan keterbatasan catu daya. m-learning juga memiliki lingkungan pembelajaran yang agak berbeda dengan e-learning atau pembelajaran konvensional. Dalam m-learning pembelajar lebih banyak memanfaatkan m-learning pada waktu luang (spare time) atau waktu idle (idle time) sehingga waktu untuk mengakses belajar juga terbatas. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajar cukup nyaman menatap tampilan layar perangkat yang relatif kecil tersebut dalam waktu di bawah 5 menit.Hal ini menyebabkan konten pembelajaran harus dirancang secara khusus dan tidak dapat dengan serta merta diadopsi dari modul pembelajaran e-learning atau pembelajaran tradisional. Penelitian yang saat ini ada masih banyak meng-eksplorasi kepada aspek-aspek teknis pengembangan software dan belum mendalami aspek lain berkait masalah usabilitas maupun aspek pedagogis dan aspek-aspek lainnya, sehingga diperlukan adanya penelitian-penelitian lebih lanjut yang lebih spesifik. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi Java dapat dimanfaatkan sebagai salah satu enabler dari pemanfaatan m-learning. Java juga termasuk kategori software yang independen terhadap platform dan perangkat sehingga lebih banyak divais yang dapat menjalankan aplikasi Java.Beberapa lembaga yang telah mulai mengembangkan produk pembelajaran m-learning di Indonesia antara lain: Telematika Edukasi Indonesia (http://mlearn.teleforedu.web.id), PPPPTK Matematika (<a href="http://mml.p4tkmatematika.com/">http://mml.p4tkmatematika.com</a>) Inhand Learning (<a href="http://inhandlearning.com/">http://inhandlearning.com</a>).</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Potensi dan tantangan Mobile learning merupakan salah satu alternatif yang potensial untuk memperluas akses pendidikan. Namun, belum banyak informasi mengenai pemanfaatan divais bergerak, khususnya telepon seluler, sebagai media pembelajaran. Hal ini patut disayangkan mengingat tingkat kepemilikan dan tingkat pemakaian yang sudah cukup tinggi ini kurang dimanfaatkan untuk diarahkan bagi kepentingan pendidikan. Selain itu, saat ini masih sangat sedikit upaya pengembangan konten-konten pembelajaran berbasis divais bergerak yang dapat diakses secara luas. Kebanyakan konten yang beredar di pasaran masih didominasi konten hiburan yang memiliki aspek pendidikan yang kurang serta kebanyakan adalah hasil produksi dari luar negeri yang memiliki latar budaya yang berbeda dengan negera kita. Kenyataan ini memunculkan kebutuhan akan adanya pengembangan-pengembangan konten/aplikasi berbasis divais bergerak yang lebih banyak, beragam, murah dan mudah diakses.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Judul : Aplikasi Mobile Learning</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Alamat : http://yudipurnawan.wordpress.com</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Penulis : Muh. Tammimuddin.H</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Alamat : http://www.whirligig.com</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Penulis : Kinshuk</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ekopray.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ekopray.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekopray.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekopray.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekopray.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekopray.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekopray.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekopray.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekopray.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekopray.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekopray.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekopray.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekopray.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekopray.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekopray.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekopray.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekopray.wordpress.com&amp;blog=3587999&amp;post=4&amp;subd=ekopray&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekopray.wordpress.com/2008/05/03/tugas-3-materi-kuliah-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19c95459ebf495f85735d6fee0e3f27e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">eko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ekopray.wordpress.com/2008/04/27/hello-world/</link>
		<comments>http://ekopray.wordpress.com/2008/04/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 03:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekopray</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekopray.wordpress.com&amp;blog=3587999&amp;post=1&amp;subd=ekopray&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ekopray.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ekopray.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekopray.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekopray.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekopray.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekopray.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekopray.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekopray.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekopray.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekopray.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekopray.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekopray.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekopray.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekopray.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekopray.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekopray.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekopray.wordpress.com&amp;blog=3587999&amp;post=1&amp;subd=ekopray&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekopray.wordpress.com/2008/04/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19c95459ebf495f85735d6fee0e3f27e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">eko</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
